DOMPU, PolitikaNTB – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Dompu menjadi momentum penting bagi kebangkitan dan penguatan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Dalam forum yang berlangsung di Cafe Laberka, Kabupaten Dompu, Senin, seluruh pemegang hak suara dari delapan Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kabupaten Dompu secara bulat menetapkan Efan Limantika sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Dompu periode 2025–2030 melalui mekanisme aklamasi.
Musda yang mengusung tema “Momentum Memilih Pemimpin Daerah yang Menjawab Tantangan Memenangkan Partai Golkar” berlangsung penuh semangat kebersamaan dan optimisme.
Kehadiran jajaran pengurus DPD I Partai Golkar NTB, kader, serta pengurus kecamatan menunjukkan kuatnya komitmen seluruh elemen partai untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Kabupaten Dompu.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Efan Limantika menyampaikan rasa syukur sekaligus tekad kuat untuk membawa Partai Golkar Dompu menjadi organisasi politik yang semakin solid, modern, dan dekat dengan masyarakat.
“Alhamdulillah saya terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Dompu,” kata Efan Limantika dalam keterangan yang diterima usai pelaksanaan Musda, Senin.
Di bawah kepemimpinannya, Golkar Dompu akan memprioritaskan konsolidasi organisasi secara menyeluruh, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.
Langkah tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam memperkuat struktur partai sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Golkar.
“Insya Allah dengan terpilihnya saya sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Dompu, kami berkomitmen melakukan konsolidasi dari pengurus tingkat bawah sampai tingkat atas untuk bersama-sama memenangkan Partai Golkar ke depan,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada penguatan internal, kepengurusan baru juga bertekad memperbesar kontribusi Golkar dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Berbagai aspirasi warga akan menjadi perhatian utama melalui program-program yang lebih menyentuh dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Dompu.
Optimisme tersebut juga tercermin dari target politik yang dicanangkan Golkar Dompu menjelang pemilu mendatang. Dengan semangat kerja kolektif dan penguatan basis partai di seluruh wilayah, Golkar menargetkan peningkatan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Dompu.
“Saat ini Golkar memiliki dua kursi di DPRD Kabupaten Dompu. Ke depan kami optimistis dapat menambah kursi di seluruh daerah pemilihan,” katanya.
Menurut Efan, seluruh daerah pemilihan di Kabupaten Dompu memiliki peluang yang sama untuk menjadi lumbung suara Partai Golkar. Karena itu, seluruh jajaran partai akan bergerak secara terstruktur dan terukur guna memperluas dukungan masyarakat.
“Kami akan memaksimalkan seluruh daerah pemilihan agar mampu menghadirkan keterwakilan yang dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat di delapan kecamatan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB H. Firadz Pariska menegaskan bahwa Musda harus menjadi titik awal penguatan persatuan dan soliditas kader. Ia mengajak seluruh elemen partai untuk meninggalkan perbedaan yang muncul selama proses Musda dan kembali bergandengan tangan demi membesarkan Partai Golkar.
“Kami menaruh harapan besar kepada ketua terpilih untuk merangkul seluruh elemen baik simpatisan maupun kader, agar bersatu dan saling menguatkan demi kejayaan Partai Golkar ke depan,” katanya.
Firadz menilai, tantangan politik yang dihadapi Golkar justru harus dijadikan energi baru untuk melakukan pembenahan, memperkuat kerja-kerja organisasi, serta meningkatkan kedekatan dengan masyarakat.
“Pasca Musda tidak boleh ada lagi kelompok-kelompok. Yang ada hanya kader militan yang solid dan saling mendukung untuk kemajuan Partai Golkar,” ujarnya.
Dengan kepemimpinan baru yang lahir melalui aklamasi dan dukungan penuh seluruh pemegang hak suara, Golkar Dompu memasuki babak baru yang penuh harapan. Semangat persatuan, konsolidasi organisasi, dan fokus pada perjuangan aspirasi rakyat menjadi modal utama untuk memperkuat posisi partai sekaligus meraih hasil yang lebih baik pada kontestasi politik mendatang.





