Pemerintahan

Kongres IMAKIPSI XIII Digelar di Mataram, Mahasiswa Keguruan Rumuskan Arah Gerakan Pendidikan Nasional

MATARAM, PolitikaNTB – Kongres Nasional XIII Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia (IMAKIPSI) resmi digelar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Forum tertinggi organisasi mahasiswa keguruan ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah gerakan mahasiswa pendidikan sekaligus memperkuat peran strategis calon guru dalam menjawab tantangan pendidikan nasional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga NTB, Dr. Samsul Hadi, dalam sambutannya mengaku bangga dan antusias dengan penyelenggaraan kongres tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya memiliki latar belakang kuat di bidang keguruan, mulai dari jenjang S1 hingga S3.

“Saya sangat senang dengan kegiatan ini, karena basic saya adalah ilmu keguruan. Walaupun saat ini saya lebih banyak berkecimpung di birokrasi, jiwa akademisi itu tetap ada,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya refleksi dalam menyusun langkah ke depan, khususnya dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama, yang harus dibangun melalui beberapa aspek penting.

“Yang pertama adalah akhlakul karimah. Kedua, knowledge kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan mengantisipasi dinamika zaman. Ketiga, skill atau keterampilan, termasuk inovasi yang mampu kita ciptakan. Dan yang terakhir adalah kolaborasi,” tegasnya.

Samsul Hadi juga mengingatkan pentingnya bangsa Indonesia untuk terus berpikir maju dan adaptif dalam menghadapi perubahan global.

Sementara itu, Rektor Universitas Gunung Rinjani (UGR), Basri Mulyani, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kongres IMAKIPSI XIII di Mataram. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wali Kota yang telah memfasilitasi kegiatan ini, serta selamat datang kepada seluruh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” ungkapnya.

Basri menegaskan bahwa kongres ini bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan yang strategis bagi mahasiswa.

“Kongres adalah bagian dari dinamika organisasi. Tidak hanya membutuhkan orang terbaik, tetapi juga penempatan terbaik—the right man in the right place. Dengan itu, organisasi bisa bergerak lebih cepat bahkan berlari menuju cita-cita besar,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa keguruan sebagai calon pendidik masa depan yang akan berada di garda terdepan dalam mencetak generasi berkualitas. Menurutnya, mahasiswa pendidikan harus memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang kuat.

Lebih lanjut, Basri menekankan bahwa perguruan tinggi harus bertransformasi dari sekadar “kampus merdeka” menjadi “kampus berdampak”.

“Melalui gerakan kampus berdampak, perguruan tinggi tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menghadirkan solusi nyata. Tridarma perguruan tinggi harus terhubung dengan realitas sosial, tidak berhenti di ruang kelas,” tegasnya.

Ia juga mengutip pemikiran tokoh pendidikan dunia Paulo Freire, bahwa pendidikan merupakan praktik pembebasan yang harus mampu membangun kesadaran kritis dan mendorong perubahan sosial. Sejalan dengan itu, nilai-nilai yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara juga kembali ditekankan, bahwa pendidikan harus memerdekakan dan membawa keberkahan.

Basri mengajak seluruh peserta kongres untuk menjadikan forum ini sebagai ruang menempa karakter, integritas, dan kepemimpinan.

“Tunjukkan bahwa mahasiswa mampu menyelesaikan perbedaan dengan musyawarah, serta melahirkan pemimpin yang berkarakter dan berintegritas,” pesannya.

Kongres Nasional IMAKIPSI XIII sendiri tidak hanya berfokus pada pemilihan kepemimpinan baru, tetapi juga menjadi forum strategis dalam merumuskan gagasan dan langkah konkret mahasiswa keguruan dalam menjawab berbagai persoalan pendidikan di Indonesia, mulai dari literasi, pemerataan akses pendidikan, hingga inovasi pembelajaran.

Dengan semangat kolaborasi dan refleksi, kongres ini diharapkan mampu melahirkan arah baru gerakan mahasiswa pendidikan yang lebih progresif dan berdampak bagi masa depan bangsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button