Politik

Gerindra NTB Minta Muazzim Luruskan Pernyataannya, Jangan Seret Partai Lain ke Polemik Internal PAN

MATARAM, PolitikaNTB – DPD Partai Gerindra Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyayangkan pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PAN NTB Muazzim Akbar yang menyeret nama Partai Gerindra dalam polemik internal Partai Amanat Nasional (PAN).

Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Nauvar Furqany Farinduan atau yang akrab disapa Farin, menilai pernyataan tersebut tendensius, masih sumir, dan berpotensi menimbulkan tafsir liar di ruang publik.

“Gerindra sangat menyesalkan munculnya pernyataan tersebut. Jangan membawa-bawa nama Partai Gerindra untuk memperkuat narasi yang berkaitan dengan persoalan internal partai lain. Itu tidak mencerminkan etika politik yang baik,” tegas Farin dalam keterangannya pada Minggu (2/8/2026).

Farin menyoroti pernyataan Muazzim Akbar yang secara terbuka menyebut nama Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, dengan narasi bahwa Lalu Ahmad Zaini disebut telah menjalin pertemuan dengan pimpinan DPP Partai Gerindra.

Menurut Farin, penyebutan nama pimpinan Partai Gerindra dalam ruang publik merupakan pernyataan yang serius sehingga tidak boleh disampaikan secara serampangan tanpa penjelasan yang utuh.

“Karena itu kami meminta Saudaraku Pak Muazzim Akbar meluruskan pernyataannya kepada publik. Jangan sampai muncul kesan seolah-olah Partai Gerindra menjadi bagian dari polemik yang sedang terjadi di internal PAN. Ini penting agar tidak berkembang opini yang menyesatkan,” katanya.

Ia menegaskan, setiap tokoh politik tentu dapat berkomunikasi dengan siapa pun dalam ruang-ruang politik. Namun, komunikasi politik tidak serta-merta dapat ditafsirkan sebagai proses pengambilan keputusan organisasi ataupun dijadikan dasar untuk membangun narasi yang belum memiliki kejelasan. Terlebih, ada konteks kasus hukum yang sedang berjalan.

“Jangan menggiring opini publik dengan narasi yang belum terang. Kalau memang ada fakta yang ingin disampaikan, sampaikan secara utuh dan bertanggung jawab. Jangan melempar pernyataan yang akhirnya memunculkan spekulasi dan menyeret nama pihak lain,” ujarnya.

Farin mengatakan, Gerindra menghormati seluruh partai politik sebagai mitra dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, setiap dinamika yang terjadi di internal partai lain seyogianya diselesaikan secara internal tanpa melibatkan atau mengaitkan institusi politik lain.

“Gerindra tidak ingin dijadikan komoditas dalam polemik politik siapa pun. Kami fokus menjalankan konsolidasi partai dan mengawal agenda perjuangan untuk masyarakat. Jangan karena ada persoalan internal, kemudian nama Gerindra dibawa-bawa ke ruang publik tanpa urgensi yang jelas,” tegasnya.

Ia berharap polemik tersebut tidak berkembang menjadi narasi yang semakin liar dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami meminta semua pihak mengedepankan kedewasaan dalam berpolitik. Menjaga etika komunikasi politik jauh lebih penting daripada membangun opini yang justru dapat merusak hubungan baik antarpartai,” tutup Farin.

Sebagai informasi, pernyataan tersebut merupakan respons DPD Partai Gerindra NTB atas keterangan Plt Ketua DPW PAN NTB Muazzim Akbar saat Pelantikan Relawan dan Rapat Kerja Daerah PAN NTB di Gerung, Lombok Barat, Sabtu (1/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Muazzim menjelaskan alasan DPP PAN memberhentikan Lalu Ahmad Zaini dari jabatan Ketua DPW PAN NTB. Selain karena tersangkut operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Muazzim menyebut Lalu Ahmad Zaini diduga pernah melobi agar menjadi Ketua DPD Partai Gerindra NTB ketika masih menjabat sebagai Ketua DPW PAN.

Muazzim juga menyatakan informasi tersebut diperoleh dari Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Dalam pernyataannya kepada media, ia turut menyebut nama Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, dengan mengatakan bahwa Lalu Ahmad Zaini disebut telah beberapa kali bertemu dengan pimpinan DPP Gerindra, termasuk Sufmi Dasco Ahmad.

Pernyataan itulah yang kemudian mendapat respons dari DPD Partai Gerindra NTB. Gerindra meminta agar penyebutan nama partai maupun pimpinan Partai Gerindra tidak dijadikan bagian dari narasi polemik internal PAN tanpa penjelasan yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button