Nasional

Prabowo Bawa Suara Indonesia ke BRICS, Dorong Penguatan Global South

NEW DELHI, PolitikaNTB – Presiden Prabowo Subianto membawa agenda penguatan posisi negara-negara Global South dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India, 12–13 September 2026.

Kehadiran Prabowo dalam pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia setelah resmi menjadi anggota penuh BRICS sejak Januari 2025. Indonesia kini ikut berada dalam forum yang mempertemukan negara-negara dengan kekuatan ekonomi dan politik yang semakin besar di dunia.

Dalam keterangan resmi Sekretariat Negara Republik Indonesia, Prabowo menekankan pentingnya BRICS memperkuat suara negara-negara Global South dalam menghadapi perubahan tata kelola dunia.

Menurut Prabowo, kekuatan BRICS tidak hanya terletak pada besarnya jumlah penduduk dan sumber daya yang dimiliki negara-negara anggotanya, tetapi juga pada kemampuan membangun kerja sama dan menghadapi berbagai tantangan secara bersama.

Dalam forum tersebut, Prabowo juga mendorong negara-negara BRICS memanfaatkan kekuatan kolektif untuk mengubah berbagai kerentanan menjadi peluang pertumbuhan ekonomi. Isu energi, pangan, teknologi, sumber daya strategis, hingga rantai pasok global menjadi bagian dari agenda yang dibahas.

ANTARA melaporkan, Prabowo meminta negara-negara BRICS memastikan kekuatan kolektif yang dimiliki dapat menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Agenda industrialisasi juga menjadi salah satu perhatian Indonesia. Prabowo mendorong penguatan kapasitas industri serta kerja sama dalam rantai pasok global agar negara-negara BRICS tidak hanya menjadi pasar, tetapi memiliki posisi yang lebih kuat dalam produksi dan perdagangan dunia.

Isu ketahanan pangan turut dibawa Indonesia dalam forum tersebut. Prabowo menyampaikan ambisi Indonesia untuk bertransformasi dari negara pengimpor pangan menjadi salah satu negara yang mampu memasok kebutuhan pangan dunia.

Dalam keterangannya, Sekretariat Negara menyebut Prabowo menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap ketahanan pangan global melalui peningkatan produksi dan kerja sama dengan negara-negara lain.

KTT BRICS ke-18 menghasilkan Deklarasi New Delhi. Para pemimpin BRICS kembali menegaskan komitmen terhadap multilateralisme, kerja sama internasional dan penguatan peran negara-negara berkembang dalam tata kelola global.

Bagi Indonesia, keanggotaan BRICS membuka ruang kerja sama yang lebih luas, terutama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, energi, pangan, teknologi dan pembangunan.

Prabowo menegaskan bahwa BRICS harus mampu mengubah kekuatan yang dimiliki negara-negara anggotanya menjadi kerja sama yang konkret. Pesan tersebut disampaikan di tengah perubahan ekonomi global yang membuat persoalan rantai pasok, ketahanan pangan dan energi semakin menjadi perhatian banyak negara.

Indonesia kini menjadi salah satu anggota penuh BRICS bersama sejumlah negara lain dari Global South. Keberadaan Indonesia dalam forum tersebut memberi pemerintah ruang untuk membawa kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi diplomasi Indonesia dalam kerja sama negara-negara berkembang.(*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button