NasionalPileg 2024Pilpres 2024Politik

Kopdarwil PSI NTB Diwarnai ‘Pengusiran’ Wartawan oleh Oknum Panitia

Mataram – Sejumlah wartawan yang hendak meliput acara Kopi Darat Wilayah (Kopdarwil) DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTB mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari panitia acara. Mereka dilarang masuk ke dalam ruangan, bahkan diancam dengan bahasa verbal menggunakan pengeras suara.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep di Hotel Lombok Raya, Mataram pada Kamis (28/12/2023) itu sempat membuat para awak media sedikit kesal.

Hal itu diduga dilakukan oleh salah seorang panitia bernama Dedi Irawan yang diketahui menjadi salah satu calon legeslatif (Caleg) daerah pemilihan Gerung, Lombok Barat, di depan ribuan kader PSI yang berada di dalam ruangan meminta awak media segera meninggalkan lokasi acara.

“Yang jelas sudah ada SOPnya, silahkan sebelum kami menggunakan kekerasan itu saja,” katanya.

Bahkan ia juga kembali menegaskan agar awak media segera meninggalkan ruangan. Dedi menyebut pihaknya tak khawatir jika acara partainya tak diliput.

“Sekali lagi kami tidak akan segan-segan biar katanya ada SOP, mohon-mohon. Terserah mohon mau dipakai media terserah saya nggak mau tau, tanggungjawab saya masalahnya di sini.” tegasnya.

Caleg ini pun kembali mengulang meminta media segera beranjak dari ruangan. Ia menegaskan ia tak melihat ada awak media di acara tersebut.

“Mohon teman teman media,mohon dengan segala hormat,mohon dengan segala kemanusiaan kami tidak mau teman-teman media ada di dalam ruangan ini. Terimakasih,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu wartawan yang menjadi korban, Rahmatul Kautsar dari TvOne Mataram menceritakan kronologis kejadian tersebut.

Ia mengatakan bahwa sebelumnya ia dan rekan-rekannya dari media lain, seperti Fitri Rahmawati dari Kompas TV dan M Awaludin dari Berita Satu TV telah diberitahukan bahwa acara digelar tertutup.

“Kami terima saja, karena memang sudah ada aturannya. Tapi menjelang Kaesang masuk ruangan, tiba-tiba ada salah satu panitia yang diduga merupakan salah satu caleg asal Lombok Barat, mengumumkan untuk kami awak media meninggalkan ruangan dengan cara yang kasar. Dia bilang kalau kami tidak keluar, dia akan pakai kekerasan. Itu terekam dalam video,” ungkap Kautsar.

Sebelumnya, Ketum DPP PSI Kaesang Pangarep mengatakan, kehadirannya di NTB kala itu untuk mengecek kesiapan mesin politik PSI NTB untuk menatap Pemilu 2024.

Selain itu, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini juga hendak memastikan pergerakan para kader dalam pemenangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

“Ya arahannya pasti memperkuat PSI di NTB, abis itu juga untuk memenangkan Prabowo-Gibran di NTB,” katanya seusai menggelar acara tertutup.

Menurut Kaesang, NTB merupakan salah satu provinsi yang menjadi basis Prabowo sejak Pilpres 2014 silam. Oleh karena itu ia berharap kedatangannya kali ini mampu membawa pasangan Prabowo-Gibran menang satu putaran.

“Karena NTB kan dulu selalu menang Pak Prabowo dan saya yakin kali ini bisa menang lagi untuk Pak Prabowo supaya nanti bisa menang satu putaran,” bebernya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button