Politik

Pengamat Politik: Dr Basri Mulyani Figur “Jalan Tengah” untuk Pimpin Demokrat NTB

MATARAM, PolitikaNTB — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB), nama Rektor Universitas Gunung Rinjani (UGR), Dr. Basri Mulyani, mulai diperbincangkan sebagai salah satu figur potensial untuk memimpin Partai Demokrat NTB.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Dr. Agus, menilai Basri Mulyani memiliki modal sosial, akademik, dan pengalaman politik yang membuatnya layak dipertimbangkan sebagai figur “jalan tengah” di tengah dinamika internal Partai Demokrat NTB.

Menurutnya, Basri bukan sosok yang hanya tumbuh dari dunia akademik semata. Ia memiliki rekam jejak panjang sebagai aktivis, organisatoris, dan memahami dinamika politik praktis.

“Saya kira dia merupakan figur muda yang masih energik, visioner, menguasai tata kelola pemerintahan, memiliki latar belakang akademisi sekaligus pengalaman politik. Sosok seperti ini bisa menjadi alternatif bagi Partai Demokrat,” kata Dr. Agus dalam keterangannya pada Selasa (19/5/2026).

Basri dikenal luas sebagai akademisi sekaligus aktivis organisasi. Selain memimpin Universitas Gunung Rinjani, ia aktif di berbagai organisasi lokal maupun nasional, termasuk sebagai aktivis FKMM. Pengalaman organisasional tersebut dinilai memperkuat kapasitas kepemimpinannya.

Dalam kontestasi politik NTB, Basri juga bukan wajah baru. Pada Pilgub NTB 2024, ia dipercaya menjadi Ketua Tim Pemenangan Iqbal–Dinda untuk wilayah Kabupaten Lombok Timur, daerah dengan jumlah pemilih terbesar di Provinsi NTB. Peran strategis itu menunjukkan kapasitasnya dalam mengelola jaringan, membaca peta politik, dan membangun kerja elektoral.

Dr Basri Mulyani. (Dok PolitikaNTB)

Tak hanya itu, kedekatan Basri dengan Partai Demokrat juga memiliki akar historis yang cukup panjang. Ia pernah berkiprah sebagai mantan staf ahli Partai Demokrat sejak tahun 2009.

Dengan kombinasi pengalaman akademik, aktivisme, dan politik tersebut, Basri dinilai memiliki bekal yang tidak dimiliki banyak figur lain.

“Bagi pemilih muda dan pemilih mengambang yang potensinya meningkat pada Pemilu 2029, Basri berpeluang memiliki elektabilitas dan menjadi pendongkrak Partai Demokrat,” ujar Agus.

Meski demikian, Agus menekankan bahwa kebutuhan Partai Demokrat ke depan tidak cukup hanya bertumpu pada popularitas. Menurutnya, tantangan kompetisi politik yang semakin ketat menuntut hadirnya kepemimpinan yang memiliki kapasitas manajemen organisasi dan kemampuan membaca arah perubahan politik.

“Yang dibutuhkan bukan sekadar popularitas, tetapi kapasitas kepemimpinan dan kemampuan mengelola organisasi partai di tengah kompetisi politik yang semakin tinggi,” katanya.

Agus juga menyoroti tren menurunnya perolehan suara dan kursi Partai Demokrat di NTB dalam beberapa periode terakhir. Karena itu, ia menilai partai perlu melakukan evaluasi berbasis data sebelum menentukan arah dukungan pada Musda mendatang.

“Partai Demokrat perlu melakukan diagnosis politik terlebih dahulu: apa kelemahannya, apa peluangnya, dan tipe pemimpin seperti apa yang dibutuhkan. Pendekatan ilmiah seperti ini penting dalam menentukan arah dukungan politik,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Basri Mulyani dinilai dapat menjadi figur kuat di tengah relatif terbatasnya figur dari kader internal yang mampu menjawab tantangan pembenahan partai.

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa sejumlah kader Partai Demokrat bahkan telah mengajak Basri Mulyani untuk ikut bertarung dalam Musda Demokrat NTB. Dinamika itu dipandang sebagai sinyal bahwa sebagian kalangan internal partai mulai menaruh harapan pada figur eksternal yang memiliki kapasitas, integritas, serta pengalaman lintas sektor.

“DPC dan DPP tidak selalu harus melirik kader internal. Figur dari luar kader juga bisa menjadi pilihan apabila dianggap mampu memajukan partai,” pungkas Agus.

Dengan latar belakang akademisi, aktivis, organisatoris, dan pengalaman politik yang teruji, nama Basri Mulyani dinilai semakin relevan dalam peta kontestasi menuju kepemimpinan Partai Demokrat NTB ke depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button