Pemerintahan

Gubernur NTB Didampingi Ketua APJATI Temui Ratusan PMI di Malaysia, Dorong Wujudkan Kesejahteraan Keluarga Secara Berkelanjutan

MALAYSIA, PolitikaNTB – Kunjungan kerja perdana Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal ke Malaysia, Jumat (12/6), menjadi momen yang penuh kehangatan sekaligus sarat pesan bagi ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang tengah mengadu nasib di negeri jiran.

Di tengah kesibukan mereka bekerja di sektor perkebunan dan berbagai bidang lainnya, kehadiran orang nomor satu di NTB tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah kepada warganya yang berada jauh dari kampung halaman.

Dalam agenda yang berlangsung di Malaysia itu, Gubernur Iqbal menyapa secara langsung sekitar 400 PMI asal NTB yang bekerja di sejumlah perusahaan perkebunan besar, di antaranya SD Guthrie dan FGV Malaysia.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang berbagi motivasi, pengalaman, serta pembekalan mengenai pentingnya pengelolaan keuangan dan perencanaan masa depan keluarga.

Gubernur Iqbal hadir didampingi Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (DPD APJATI) NTB, Bank NTB Syariah, sejumlah perwakilan instansi terkait, serta para tuan guru. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada para PMI yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga di daerah.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Banyak PMI yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dan mendengarkan arahan dari pemerintah daerah. Sebagian di antara mereka telah bertahun-tahun bekerja di Malaysia demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, membiayai pendidikan anak, hingga membangun rumah di kampung halaman.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal mengingatkan bahwa keputusan bekerja ke luar negeri harus dibarengi dengan tujuan yang jelas dan perencanaan yang matang. Menurutnya, pengorbanan meninggalkan keluarga untuk bekerja di negeri orang harus memberikan manfaat nyata bagi masa depan keluarga.

“Saya selalu mengingatkan bahwa jangan sampai berangkat dengan sandal jepit lalu pulang dengan kaki telanjang. Artinya, selama bekerja di luar negeri harus ada hasil nyata yang bisa dirasakan keluarga dan menjadi bekal kehidupan setelah kembali ke tanah air,” ujar Iqbal di hadapan para PMI.

Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat bahwa bekerja di luar negeri bukan hanya soal memperoleh penghasilan yang lebih besar, tetapi juga tentang bagaimana memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Ia menilai, banyak pekerja migran yang berhasil mengubah nasib keluarganya karena mampu mengelola penghasilan dengan baik dan memiliki perencanaan yang jelas sejak awal.

Menurut Gubernur, ada sejumlah hal penting yang harus menjadi perhatian para PMI selama menjalani masa kerja di luar negeri. Pertama, mempersiapkan diri secara matang dan memahami tujuan utama mengapa memilih bekerja di luar negeri. Kedua, memastikan keluarga yang ditinggalkan, terutama istri dan anak-anak, berada dalam kondisi yang siap dan mendapatkan perhatian yang cukup.

Selain itu, para PMI juga diingatkan agar mampu mengelola penghasilan secara disiplin. Penghasilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri hendaknya tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif semata, melainkan diarahkan pada hal-hal yang memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga.

Keempat, para pekerja migran perlu mulai memikirkan kehidupan setelah masa kontrak kerja berakhir. Menurutnya, masa bekerja di luar negeri tidak berlangsung selamanya sehingga penting untuk menyiapkan bekal yang dapat menjadi sumber penghidupan ketika kembali ke tanah air.

“Penghasilan yang diperoleh selama bekerja harus menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Jangan hanya habis untuk kebutuhan sesaat, tetapi harus diarahkan untuk investasi, pendidikan anak, dan usaha produktif,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD APJATI NTB H. Edy Sopyan menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya menghadirkan program-program yang dapat membantu para PMI asal NTB memiliki masa depan yang lebih terarah dan sejahtera.

Menurutnya, pekerja migran bukan hanya membutuhkan akses pekerjaan, tetapi juga pendampingan agar hasil kerja keras mereka dapat memberikan dampak jangka panjang bagi keluarga.

Edy menjelaskan, APJATI NTB tengah menyiapkan sejumlah program kolaboratif dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah rencana kerja sama dengan Bank NTB Syariah yang bertujuan membantu para PMI dalam mengelola keuangan secara lebih terencana selama bekerja di luar negeri. Program tersebut diharapkan mampu mendorong budaya menabung, investasi, dan pengelolaan keuangan yang lebih sehat.

Tidak hanya itu, APJATI NTB juga berencana menggandeng sejumlah pengembang perumahan untuk memfasilitasi kepemilikan rumah bagi PMI. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian aset bagi para pekerja migran setelah mereka kembali ke daerah asal.

Selain sektor perumahan, perhatian juga diberikan pada pengembangan usaha keluarga. APJATI NTB berupaya membantu menyiapkan peluang usaha produktif bagi keluarga PMI sehingga manfaat ekonomi dari hasil bekerja di luar negeri dapat terus berlanjut meskipun masa kerja telah selesai.

“Kami ingin memastikan para PMI memiliki tujuan yang jelas. Ketika mereka pulang nanti, mereka sudah memiliki rumah, memiliki usaha, dan anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” kata Edy.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, perusahaan penempatan pekerja migran, serta sektor swasta merupakan langkah strategis untuk memperkuat perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan PMI asal NTB.

Dengan dukungan yang terintegrasi, para pekerja migran diharapkan tidak hanya menjadi pencari nafkah bagi keluarga, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan ekonomi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Kunjungan perdana Gubernur NTB ke Malaysia ini menjadi simbol kuat bahwa pemerintah daerah hadir dan memberikan perhatian kepada warganya, di mana pun mereka berada. Di balik besarnya kontribusi remitansi yang dikirimkan para PMI untuk keluarga dan daerah, terdapat perjuangan panjang yang mereka jalani jauh dari kampung halaman. Karena itu, pemerintah berharap setiap tetes keringat yang dicurahkan di negeri rantau dapat berbuah menjadi kesejahteraan yang berkelanjutan bagi keluarga, sekaligus menjadi fondasi masa depan yang lebih baik bagi NTB.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button