LOMBOK TENGAH, PolitikaNTB – Ketua Kelompok Jelate Peternak Sapi, Ade, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran program Balai Ternak yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam momentum peresmian program tersebut, Ade menegaskan bahwa bantuan dan pendampingan yang diberikan BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi NTB menjadi harapan baru bagi para peternak, khususnya yang tergolong mustahik, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS RI atas kepercayaan dan perhatian yang diberikan kepada kelompok kami. Program ini bukan hanya sekadar bantuan ternak, tetapi juga memberikan kami pengetahuan, pendampingan, dan semangat untuk berkembang,” ujar Ade.
Ade juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA., atas dukungan dan komitmen dalam mengawal pelaksanaan program di daerah sehingga dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Menurutnya, kehadiran program ini telah membuka peluang besar bagi para peternak untuk meningkatkan kapasitas usaha, mulai dari pengelolaan ternak yang lebih modern, pemanfaatan limbah menjadi kompos, hingga akses terhadap pasar yang lebih luas.
“Kami merasakan langsung manfaat dari program ini. Tidak hanya dari sisi peningkatan pendapatan, tetapi juga dari perubahan pola pikir kami sebagai peternak.
Kami menjadi lebih terorganisir, lebih percaya diri, dan lebih siap untuk mandiri,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ade berharap agar program ini dapat terus berkelanjutan dan diperluas jangkauannya sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki potensi besar di sektor peternakan.
“Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi daerah lain. Semoga ke depan, taraf hidup keluarga kami dan masyarakat sekitar semakin meningkat, serta mampu berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan daerah,” ungkapnya.
Ade juga menegaskan komitmen kelompoknya untuk menjaga dan mengembangkan bantuan yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya, serta mengikuti seluruh arahan dan pendampingan dari BAZNAS agar program ini benar-benar memberikan dampak jangka panjang.
“Kami siap bekerja keras, menjaga amanah ini, dan membuktikan bahwa kami mampu berkembang. Semoga apa yang telah diberikan menjadi berkah bagi semua pihak,” tutup Ade.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi stimulus ekonomi bagi para peternak, tetapi juga menjadi model pemberdayaan berbasis zakat yang mampu mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.





