Politik

Putra Sekjen PBNW Login PSI

MATARAM, PolitikaNTB – Putra Sulung Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Prof Dr TGH Arifin Munir yakni Ahmad Mustanir resmi bergabung ke PSI. Kepastian itu didapat tatkala kunjungan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangrep ke NTB beberapa waktu yang lalu.

Sebagai informasi, Mustanir juga merupakan Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda NW. Diketahui, di kepengurusan PSI, Mustanir diberikan posisi sebagai Dewan Pembina DPD PSI Lombok Tengah.

Bergabungnya Ahmad Mustanir yang notabene merupakan putra dari Sekjen PBNW memunculkan opini liar di ruang publik. Pasalnya, secara organisasi, sejumlah petinggi PBNW telah menempati sejumlah pos penting di Partai Gerindra.

Bahkan, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 yang lalu, sejumlah pentolan PBNW berhasil menduduki jabatan sebagai Anggota DPR, DPRD tingkat I dan II menggunakan kendaraan partai milik Presiden Prabowo Subianto itu.

Sebut saja di antaranya Lale Syifaunnufus yang kini masuk Senayan, kemudian Syamsu Rizal dan Lale Yaqutunnafis di DPRD Provinsi NTB, hingga sejumlah kader NW lain.

PolitikaNTB berupaya meminta komentar sejumlah petinggi PBWN ihwal bergabung Ahmad Mustanir ke PSI. Termasuk juga kepada Ahmad Mustanir. Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan komentar apapun.

Sebelumnya, DPW PSI NTB menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Mataram, akhir pekan kemarin.

Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan wajah-wajah baru yang belakangan menyatakan bergabung dengan PSI turut hadir dalam agenda konsolidasi tersebut.

Di tengah suasana yang hangat namun penuh semangat, Ketua Umum Kaesang Pangarep secara resmi melantik jajaran pengurus DPW PSI NTB. Pelantikan itu menjadi penanda dimulainya fase baru konsolidasi PSI di NTB, dengan fokus utama memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya, Kaesang menekankan bahwa kekuatan partai politik tidak hanya ditentukan oleh figur di tingkat pusat, melainkan oleh seberapa kokoh struktur organisasi dibangun sampai ke level desa dan dusun, serta seberapa aktif kader hadir di tengah masyarakat.

“Yang harus kita kejar sekarang adalah penguatan struktur sampai ke bawah. Kalau organisasi kuat hingga akar rumput, maka gerak partai akan hidup. Kalau ada hambatan dalam pembentukan struktur, sampaikan berjenjang supaya bisa kita bantu selesaikan bersama,” kata Kaesang Pangarep.

Ia menegaskan, Dewan Pimpinan Pusat akan memberikan dukungan penuh untuk percepatan pembentukan struktur partai di NTB, termasuk menyiapkan program kerja yang dapat disinergikan dari tingkat DPW hingga DPRt agar kehadiran PSI dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu Ketua DPW PSI NTB, Lalu Budi Suryata, dalam sambutannya menyebut Rakorwil tersebut bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum menyatukan arah gerak politik PSI di NTB menuju target yang lebih besar pada Pemilu 2029.
Menurut dia, PSI NTB memasang target meraih dua kursi DPR RI,masing-masing satu kursi dari Pulau Lombok dan satu kursi dari Pulau Sumbawa.

Di tingkat daerah, PSI juga membidik peningkatan signifikan kursi di DPRD Provinsi NTB dengan target menempatkan kader terbaik hingga posisi pimpinan dewan.

“Kami membangun partai ini dengan fondasi struktur yang kuat. Hari ini, struktur di tingkat kecamatan hampir tuntas seratus persen, sementara pembentukan struktur tingkat desa sedang dirampungkan.

Dengan kekuatan organisasi yang semakin matang, kami optimistis PSI NTB mampu menjadi kekuatan politik baru yang diperhitungkan pada 2029,” ujar Lalu Budi Suryata.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, PSI NTB aktif memperluas basis dukungan dengan merangkul sejumlah tokoh yang memiliki pengaruh sosial dan basis massa yang kuat di daerah. Mereka datang dari beragam latar belakang, mulai dari mantan legislator, tokoh adat, tokoh agama, hingga figur politik yang lama berkecimpung di ruang publik NTB.

Pada kesempatan itu, sejumlah tokoh resmi mengenakan jaket PSI sebagai simbol bergabungnya mereka ke partai berlambang gajah tersebut. Di antaranya H. Rais Ishak, A.A. Ketut Agung Oka Kartha Wirya, H. Lalu Mahdarain, Drs. H. Gaziamansyuri, TGH. Ahmad Mustanir, Multazam, serta I Gede Wenten.

Masuknya sejumlah tokoh itu memberi sinyal bahwa PSI di NTB tengah membangun jejaring politik yang lebih luas dan inklusif. Dengan struktur organisasi yang terus diperkuat hingga desa, dukungan tokoh lintas latar belakang, serta target elektoral yang dipasang cukup tinggi, PSI NTB mulai menyiapkan diri menjadi salah satu kekuatan politik yang patut diperhitungkan pada Pemilu 2029.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button