Berita

OPINI: HIV Bukan Hukuman

Oleh: dr Lintang Usnaini (Dokter RS Mandalika Provinsi NTB)

Mengenal, Mencegah, dan Menghapus Stigma

HIV hingga saat ini masih sering dipandang sebagai penyakit yang menakutkan dan memalukan. Banyak orang dengan HIV dijauhi, dikucilkan, bahkan dianggap sebagai akibat dari kesalahan moral. Padahal, pandangan tersebut tidaklah benar. HIV bukan hukuman, melainkan penyakit medis yang dapat dikendalikan dengan pengobatan dan dukungan yang tepat.

Kurangnya pengetahuan yang benar membuat stigma terhadap HIV masih kuat di masyarakat. Padahal, dengan edukasi yang tepat, HIV dapat dicegah, dideteksi lebih dini, dan diobati sehingga penderitanya tetap dapat hidup sehat, produktif, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

Apa Itu HIV ?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, khususnya sel darah putih (CD4) yang berperan penting dalam melawan infeksi. Jika tidak ditangani, HIV dapat melemahkan daya tahan tubuh secara perlahan.

BACA JUGA: OPINI: Dipijat atau Diperiksa, Nyeri Perut dan Bahaya Tradisi Pijat pada Kasus Bedah

Apabila HIV tidak diobati dalam jangka panjang, infeksi ini dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah sehingga penderita mudah terserang infeksi berat dan penyakit tertentu.

Penting untuk dipahami bahwa HIV dan AIDS bukanlah hal yang sama. Seseorang yang terinfeksi HIV dan rutin menjalani pengobatan dapat tetap sehat dan tidak pernah mengalami AIDS.

Bagaimana HIV Menular  ?

HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, berciuman biasa, batuk, bersin, menggunakan toilet atau kolam renang yang sama, berbagi makanan, maupun air minum. Kesalahpahaman inilah yang sering memicu stigma dan diskriminasi di masyarakat.
HIV hanya dapat menular melalui cara-cara berikut:

• Hubungan seksual tanpa perlindungan (vaginal, anal, maupun oral), terutama dengan banyak pasangan
• Penggunaan jarum suntik secara bergantian
• Penggunaan alat tindik atau tato yang tidak steril
• Penularan dari ibu dengan HIV ke bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui
• Transfusi darah yang terkontaminasi HIV

Apa Saja Gejala HIV ?

Pada tahap awal, banyak orang dengan HIV tidak merasakan gejala khusus. Sebagian hanya mengalami keluhan ringan seperti:
• Demam
• Sakit tenggorokan
• Sakit kepala
• Sariawan
• Ruam kulit
• Mudah lelah

Setelah fase awal ini, penderita bisa tampak sehat selama bertahun-tahun tanpa gejala. Inilah sebabnya HIV sering tidak disadari dan baru diketahui saat kondisi sudah lanjut.
Jika tidak diobati, jumlah virus akan terus meningkat dan sistem kekebalan tubuh semakin menurun. Saat daya tahan tubuh sangat lemah dan infeksi berat mulai muncul, kondisi ini disebut AIDS

Bagaimana cara Pencegahn HIV ?
Salah satu cara pencegahan HIV yang telah lama digunakan secara luas dalam edukasi yang nudah di pahami masyarakat Adalah ABCDE :

A – Abstinence (Menundaa atau menghindari melakukan Hubungan Seksual Berisiko)
Tidak melakukan hubungan seksual, terutama di luar pernikahan atau dalam kondisi berisiko tinggi, merupakan cara paling efektif mencegah penularan HIV melalui jalur seksual.

B – Be Faithful (Setia pada Satu Pasangan)
Setia pada satu pasangan yang sah dan saling mengetahui status kesehatan masing-masing dapat menurunkan risiko penularan HIV secara signifikan.

BACA JUGA: RS Mata Peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025

C – Condom (Gunakan Kondom Secara Benar dan Konsisten saat berhubungan seksual)

Penggunaan kondom yang benar dan konsisten terbukti efektif mengurangi risiko penularan HIV dan infeksi menular seksual lainnya.

D – Drugs (Hindari Penggunaan Narkoba Suntik)

Hindari penggunaan narkoba suntik serta tidak menggunakan jarum, alat tindik atau alat tato secara bergantian merupakan salah satu jalur penularan HIV yang berisiko tinggi.

E – Education & Early Detection (Edukasi dan Deteksi Dini)

Pengetahuan yang benar tentang HIV serta pemeriksaan HIV secara sukarela dan dini sangat penting dalam pencegahan. Deteksi dini memungkinkan pengobatan dimulai lebih cepat, menurunkan risiko penularan, dan menjaga kualitas hidup penderita.

HIV bukanlah aib, bukan kutukan, dan bukan alasan untuk mengucilkan seseorang. Dengan pengobatan yang tepat, orang dengan HIV dapat hidup panjang, sehat, dan produktif. Masyarakat yang teredukasi dengan baik adalah kunci utama dalam menghentikan penularan HIV dan menghapus stigma.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button