Olahraga

Gantikan H Mohan Roliskana, Hamdan Kasim Jabat Ketua Wushu NTB 2026-2031

MATARAM, PolitikaNTB – Hamdan Kasim terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia (WI) Nusa Tenggara Barat (NTB) masa bakti 2026–2031. Hamdan terpilih dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) II WI NTB yang digelar di Fizz Hotel Mataram, Sabtu (24/10/2026).

Hamdan menggantikan Dr. H. Mohan Roliskana, yang sebelumnya memimpin Wushu NTB dan kini terpilih sebagai Ketua KONI NTB periode 2026–2030.

Dalam sambutannya, Hamdan menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Mohan Roliskana. Ia menilai fondasi pembinaan yang telah dibangun perlu dilanjutkan dan diperkuat untuk mendorong prestasi Wushu NTB ke depan.

Menurut Hamdan, kepengurusan baru akan memprioritaskan pemetaan potensi atlet, penguatan pembinaan usia dini dan berjenjang, serta pelaksanaan pemusatan latihan daerah (pelatda) secara berkelanjutan. Upaya tersebut perlu ditopang dengan ketersediaan pelatih yang kompeten agar proses pembinaan berjalan lebih terarah.

“Pembinaan harus dimulai sejak usia dini, dilakukan secara berjenjang, dan didukung pelatih yang kompeten. Kita juga perlu memetakan potensi atlet agar pembinaan dan target prestasi lebih terukur,” ujar Hamdan.

Ia menegaskan, Wushu NTB harus menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga tersebut. Karena itu, penguatan organisasi dan pembinaan tidak bisa hanya bertumpu pada pengurus provinsi, tetapi membutuhkan keterlibatan pengurus cabang (pengcab), sasana, pelatih, atlet, serta berbagai pihak terkait.

“Wushu adalah milik kita bersama. Saya berharap seluruh pengcab dan sasana bisa bersinergi, sehingga pembinaan atlet berjalan lebih kuat dan merata di seluruh NTB,” katanya.

Hamdan juga menaruh perhatian besar pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028, ketika NTB bersama Nusa Tenggara Timur menjadi tuan rumah. Menurutnya, kesempatan bertanding di hadapan publik sendiri harus dimanfaatkan untuk mendorong prestasi atlet Wushu NTB, termasuk membidik medali emas.

“Kita bertarung di rumah sendiri. Momentum PON 2028 harus kita persiapkan sejak sekarang, dengan target meraih emas dan tetap mengutamakan sukses penyelenggaraan serta sukses prestasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, target tersebut memerlukan persiapan yang terencana dan berkesinambungan. Pembinaan atlet, kesiapan pelatih, program pelatda, serta dukungan organisasi perlu diselaraskan sejak awal agar atlet memiliki kesiapan optimal saat berlaga di PON 2028.

Untuk mewujudkan target itu, Hamdan menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama dengan KONI NTB serta Pemerintah Provinsi NTB. Sinergi lintas lembaga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung program pembinaan, pemenuhan kebutuhan atlet, dan peningkatan prestasi olahraga.

Hamdan berharap kepengurusan WI NTB periode 2026–2031 dapat bekerja secara kolektif, menjaga soliditas organisasi, dan menghadirkan program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembinaan serta prestasi atlet.

Dengan kepengurusan baru ini, Wushu NTB diharapkan mampu melanjutkan capaian sebelumnya sekaligus mempersiapkan atlet secara lebih matang untuk menghadapi PON 2028, dengan semangat menjadikan NTB sebagai tuan rumah yang sukses dalam penyelenggaraan maupun prestasi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button