MATARAM, PolitikaNTB – Pasca aksi demonstrasi mahasiswa yang berujung kepada pengerusakan dan pembakaran Gedung DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu, 30 Agustus 2025, berbagai elemen masyarakat langsung bergerak cepat untuk menjaga kondusivitas.
Gabungan aktivis se-NTB menggelar deklarasi damai di Meekow Resto, Jalan Lingkar, Mataram. Deklarasi ini dihadiri oleh belasan organisasi. Seperti organisasi mahasiswa, OKP, hingga organisasi masyarakat lainnya. Deklarasi ini disebut menjadi langkah awal untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Kami dari konsorsium aktivis Nusa Tenggara Barat, menyikapi situasi nasional maupun lokal di daerah. Untuk itu kami mengajak dan mengimbau segenap elemen masyarakat NTB untuk sama-sama menjaga kondusifitas kamtibmas,” kata M. Ikhwan, aktivis Nahdlatul Wathan (NW), saat memimpin deklarasi pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
BACA JUGA: Politisi PDIP Sebut Kapolda NTB Kecolongan Usai Mapolda Ditembus Massa Aksi, Kantor DPRD NTB Hangus
Ikhwan menegaskan bahwa aksi demonstrasi tidak seharusnya dilakukan dengan cara-cara merusak fasilitas publik.
Karena itu, kata dia, dengan adanya deklarasi dari konsorsium aktivis NTB ini, diharapkan masyarakat luas ikut berperan aktif menjaga kedamaian.
“Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat NTB agar menjaga keamanan. Dan kami berharap agar aksi dengan merusak fasilitas dan segala bentuk kekerasan dan anarkisme tidak terjadi lagi,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan M. Fihirudin, Direktur Lombok Global Institute (Logis NTB). Ia berharap kejadian seperti pengerusakan dan pembakaran kemarin kemarin (red) tidak terulang lagi.
Ia menyinggung pengalaman pahit kerusuhan tahun 2000, atau tragedi 171 silam yang membuat NTB harus berjuang puluhan tahun untuk pulih kembali.
“Kita harus bersama menjaga NTB, belajar dari kasus 171 beberapa tahun silam, di saat NTB dilanda kerusuhan. Kita butuh waktu lama untuk recovery. Dua puluh tahun bukan waktu yang singkat. Gara-gara peristiwa sehari membuat kita terputus 20 tahun,” ujarnya.
BACA JUGA: Wagub NTB Ajak Masyarakat NTB Jalin Ukhuwah Dalam Nuansa HUT RI
Insiden pembakaran Gedung DPRD NTB itu, kata Fihir, menjadi pengingat bahwa tindakan anarkis hanya mendatangkan kerugian besar bagi daerah terutaman dari sisi keamanan.
“Upaya rekonsiliasi, konsolidasi, dan menjaga stabilitas sosial menjadi kunci agar NTB tetap aman, damai, dan tidak lagi jatuh ke dalam lingkaran kekerasan,” sambung Fihirudin.
Deklarasi damai oleh konsorsium aktivis ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Pemerintah bersama aparat keamanan sebelumnya juga telah mengimbau masa aksi untuk menahan diri dan menjaga situasi agar tetap kondusif.